Top Social

cerita-cerita untuk dikenang

Dia bilang tak paham apa-apa tapi...

Rabu, 05 Juni 2024

Entah ada di bagian bumi mana kamu itu, dengan segala doa dan bantuan Tuhan rasanya terasa benar untuk mulai lepas dari apa yang selama ini menjerat diri. Lucunya, diantara seluruh kekacauan yang kubuat ini, justru kita bertemu meski interaksinya hanya aku yang paling tau. Juga Tuhanku kalau kamu mau tau.


Di belahan bumi lain, kamu pun bertanya-tanya, kapan ini selesai karena ingin istirahat dari rentetan jadwal yang terasa tak ada habisnya hingga tahun depan. Untukmu, seseederhana untuk bicara tanpa sorot kamera dan pergi berlibur ke tempat yang tanpa diserbu. Bagiku, sederhana untuk diam-diam mendoakan kesehatanmu agar bisa lebih lama dan sejauh apa lagi kamu akan terbang dengan sayap-sayap emas yang elok itu.


I don't understand but I luv U, seluruhnya beda dan asing untukku tapi inilah tipe cinta yang kini kuketahui bentuknya ada. Ikut tertawa saat kamu tertawa, ikut lelah dan menangis saat kegagalan itu terjadi padamu. Kamu tidak paham apa yg kamu lakukan punya dampak, dan aku yang tidak paham apapun termasuk bahasamu. Kita sama-sama bodoh tapi tidak peduli soal itu. Yang kita tau, kita sama-sama menyayangi, sebenar-benarnya memberi dan menerima rasa yang dihadirkan sebagai bentuk syukur atas kehadiran satu sama lain. Sebuah platonik aneh yang mengisi waktu-waktu hampa, menguras energi sekaligus memberi suntikan energi baru. Paradoks yang membawaku pada sebuah harap, aku ingin mencintai secara sederhana meski tak mengerti kamu bicara apa...


Mungkin transaksional, mungkin sebatas layar kaca dan segala fantasi antara dua dunia, atau mungkin sebenarnya kita ada dan saling mencintai, meski dalam bayangmu ribuan manusia tergambar seseorang lain agar mempermudah mengingat sosokku.


Jatuh cinta yang aneh dan melegakan. Sebab aku tau dengan ini tak ada khawatir ditinggalkan. Tak perlu panik jika tidak ada kabar. Kita sama-sama tau jika sudah waktunya, kamu akan sibuk mengabariku.


Diantara yang nyata dan fana, kuizinkan kamu, kita, untuk saling cinta tanpa perlu mengerti apa-apa.


Dua puluh enam, dan kelak masing-masing dari kita akan berumur empat puluh. Entah apa yang akan terjadi nantinya, tapi akan kukatakan padamu jika suatu hari kita berpapasan di sebuah jalanan sepi tanpa ada yang mengenali kecuali diri masing-masing, terima kasih telah menjadi bagian dari masa mudaku.




- yang sedang kehilangan dirinya sendiri di kota asing, 05.06.24