Top Social

cerita-cerita untuk dikenang

Apakah Seorang Melankolis Tidak Diinginkan Siapapun Di Dunia Ini?

Rabu, 26 Juni 2024

Bukan di usia labil, tapi banyaknya pilihan dalam hidup yang dipertanyakan justru menampakan sisi kekanakannya. Mereka bilang, aku tidak cocok di sini. Terlalu perasa dan pendendam. Terlalu melihat ke sisi negatif dan bermain terlalu lama dengan hal-hal yang bukan lagi umurnya.


Aku lantas mempertanyakan diri, apa yang salah dariku? 


Benarkah aku seperti yang mereka katakan? Lantas berubah sebelum sempat berpikir. Terus mencoba, mengikuti apa yang mereka mau. Hari demi hari, waktu berlalu yang lebih terasa seperti ribuan tahun lamanya.. Mengikuti apapun instruksi yang mereka pinta, sekeras yang aku bisa, bergumam 'aku mampu, aku bisa' seperti mantra-mantra dalam drama. 


Aku kira sudah sempurna..


Ternyata semakin hampa.


Apa benar, melankolia tidak dibutuhkan di dunia ini? Dengan 8 Milyar manusia di bumi ini? Menjadi salah satu virus yang harus dijauhi karena tidak membawa keceriaan dan damai untuk orang lain? Jika iya, mengapa bisa Tuhan membuat orang sepertiku tetap hidup dan bernafas selayaknya si jenaka yang diinginkan banyak orang?


Aku tidak yakin benar. 


Tapi mereka memaksaku meyakininya.


Lantas saat kaki berada di ujung tebing, masih sudikah untuk menarik mundur tulang kering ini agar tetap di jarak aman sambil menutup kuping?


Apa benar, melankolia sepertiku tidak diinginkan orang lain? 


Apa benar?

Dalam Diam Duka

Senin, 24 Juni 2024

Akhir cerita, biasanya terselip makna dan kalimat bahagia. Bukan air mata yang turun deras hanya karena kata-kata. Mungkin benar, ia yang mengizinkan mereka-mereka untuk menyakiti hatinya. Mungkin ia justru membuka pintu lebar-lebar agar tidak merasa sesak dan percaya bahwa mereka tidak akan menyakitinya.


Lantas saat ia merasa tidak sanggup menahannya dan berusaha menutup pintu, mereka yang sudah terlanjur di dalam ikut terus memaki. 


Kalau ia mau jujur, sedikit saja, dan berani, pasti sudah pergi sejak rasa sakit itu muncul.

Ketika tertawaan yang terasa seperti mengoyak harga dirinya itu ia dengar, 

kalau mau berani sedikit saja..

Ketika pandangan merendahkan dan kalimat penuh gula yang palsu itu ia dengar, 

kalau mau berani sedikit saja..

Tapi ia memang pengecut.

Dan tidak ada yg mendengarkan.

Tidak ada yg mau mengerti.

Dengan sisa-sisa semangat yang dihembuskan melalui doa-doa, 

dari kisah sedih yg jadi penghiburan untuknya,

senyum itu terpatri di wajahnya.


Serta kepatuhan, untuk yg terakhir kalinya.





-24.06.24 // S2-

Question: Can Someone Change Their Mind When They Are Hopeless

Sabtu, 15 Juni 2024

Sesuatu memberatkan hati, menyempitkan apa yang harusnya terasa lega dan mudah. Sesuatu yang pada awalnya tidak masalah jika membuatnya tidur lebih larut karena berbagai macam hal yang perlu dikerjakan. 


Jujur saja, ia sebenarnya ingin segera angkat kaki bahkan sejak beratus-ratus hari yang lalu. Hanya saja, ada bagian lain dari dirinya yang melarang untuk menyerah. Bagian lainnya juga yang berkontribusi atas lelah tubuh dan pikirannya. Ia terlalu lama menahan diri tanpa bicara apa-apa.


Jika ingin, mungkin ia sendiri yg akan angkat bicara betapa melelahkan semua hal yang ia lakukan selama ini. Tiap hari meminta maaf untuk sesuatu yg ia baru tahu dan lakukan, puluhan pekerjaan yg ujungnya harus ia kerjakan sendiri dengan tanggung jawab penuh (ia bahkan bukan ownernya!). Tapi ternyata yang menahannya bukan sebatas ingin, melainkan terlalu tinggi harga dirinya untuk sekadar walk-out dari hal-hal yg bisa saja bukan kewajibannya.


Ia ingin pergi,

jauh...

tanpa perlu harus peduli

tanpa perasaan bersalah

tanpa memikirkan kekhawatirannya


Ia juga ingin berhenti

menjadi dirinya sendiri



Ia ingin berhenti

dari segala aturan-aturan yg ia ketahui




Ia hanya ingin menyelimuti dirinya di dalam kamar yg gelap hari ini

tanpa pekerjaan apapun



Tapi hari ini pun ia masih harus melakukan banyak hal



Lantas ia bertanya-tanya,

jika hari itu terjadi.. apakah ia akan merasa senang?

jika hari itu terjadi.. ia akan hilang dan tidak dikenang?



Ia ingin hilang


Tapi



Ia ingin dikenang...



Sebagai seseorang yg menyenangkan



lalu mereka mendoakan...



Meski wajahnya terlupa dan raganya tidak ada,

ia berharap doa mereka tetap tersampaikan padanya



Ia hanya ingin hilang

tapi tetap dikenang






Apakah permintaannya terlalu berat untuk dikabulkan?

Dia bilang tak paham apa-apa tapi...

Rabu, 05 Juni 2024

Entah ada di bagian bumi mana kamu itu, dengan segala doa dan bantuan Tuhan rasanya terasa benar untuk mulai lepas dari apa yang selama ini menjerat diri. Lucunya, diantara seluruh kekacauan yang kubuat ini, justru kita bertemu meski interaksinya hanya aku yang paling tau. Juga Tuhanku kalau kamu mau tau.


Di belahan bumi lain, kamu pun bertanya-tanya, kapan ini selesai karena ingin istirahat dari rentetan jadwal yang terasa tak ada habisnya hingga tahun depan. Untukmu, seseederhana untuk bicara tanpa sorot kamera dan pergi berlibur ke tempat yang tanpa diserbu. Bagiku, sederhana untuk diam-diam mendoakan kesehatanmu agar bisa lebih lama dan sejauh apa lagi kamu akan terbang dengan sayap-sayap emas yang elok itu.


I don't understand but I luv U, seluruhnya beda dan asing untukku tapi inilah tipe cinta yang kini kuketahui bentuknya ada. Ikut tertawa saat kamu tertawa, ikut lelah dan menangis saat kegagalan itu terjadi padamu. Kamu tidak paham apa yg kamu lakukan punya dampak, dan aku yang tidak paham apapun termasuk bahasamu. Kita sama-sama bodoh tapi tidak peduli soal itu. Yang kita tau, kita sama-sama menyayangi, sebenar-benarnya memberi dan menerima rasa yang dihadirkan sebagai bentuk syukur atas kehadiran satu sama lain. Sebuah platonik aneh yang mengisi waktu-waktu hampa, menguras energi sekaligus memberi suntikan energi baru. Paradoks yang membawaku pada sebuah harap, aku ingin mencintai secara sederhana meski tak mengerti kamu bicara apa...


Mungkin transaksional, mungkin sebatas layar kaca dan segala fantasi antara dua dunia, atau mungkin sebenarnya kita ada dan saling mencintai, meski dalam bayangmu ribuan manusia tergambar seseorang lain agar mempermudah mengingat sosokku.


Jatuh cinta yang aneh dan melegakan. Sebab aku tau dengan ini tak ada khawatir ditinggalkan. Tak perlu panik jika tidak ada kabar. Kita sama-sama tau jika sudah waktunya, kamu akan sibuk mengabariku.


Diantara yang nyata dan fana, kuizinkan kamu, kita, untuk saling cinta tanpa perlu mengerti apa-apa.


Dua puluh enam, dan kelak masing-masing dari kita akan berumur empat puluh. Entah apa yang akan terjadi nantinya, tapi akan kukatakan padamu jika suatu hari kita berpapasan di sebuah jalanan sepi tanpa ada yang mengenali kecuali diri masing-masing, terima kasih telah menjadi bagian dari masa mudaku.




- yang sedang kehilangan dirinya sendiri di kota asing, 05.06.24