Sesuatu memberatkan hati, menyempitkan apa yang harusnya terasa lega dan mudah. Sesuatu yang pada awalnya tidak masalah jika membuatnya tidur lebih larut karena berbagai macam hal yang perlu dikerjakan.
Jujur saja, ia sebenarnya ingin segera angkat kaki bahkan sejak beratus-ratus hari yang lalu. Hanya saja, ada bagian lain dari dirinya yang melarang untuk menyerah. Bagian lainnya juga yang berkontribusi atas lelah tubuh dan pikirannya. Ia terlalu lama menahan diri tanpa bicara apa-apa.
Jika ingin, mungkin ia sendiri yg akan angkat bicara betapa melelahkan semua hal yang ia lakukan selama ini. Tiap hari meminta maaf untuk sesuatu yg ia baru tahu dan lakukan, puluhan pekerjaan yg ujungnya harus ia kerjakan sendiri dengan tanggung jawab penuh (ia bahkan bukan ownernya!). Tapi ternyata yang menahannya bukan sebatas ingin, melainkan terlalu tinggi harga dirinya untuk sekadar walk-out dari hal-hal yg bisa saja bukan kewajibannya.
Ia ingin pergi,
jauh...
tanpa perlu harus peduli
tanpa perasaan bersalah
tanpa memikirkan kekhawatirannya
Ia juga ingin berhenti
menjadi dirinya sendiri
Ia ingin berhenti
dari segala aturan-aturan yg ia ketahui
Ia hanya ingin menyelimuti dirinya di dalam kamar yg gelap hari ini
tanpa pekerjaan apapun
Tapi hari ini pun ia masih harus melakukan banyak hal
Lantas ia bertanya-tanya,
jika hari itu terjadi.. apakah ia akan merasa senang?
jika hari itu terjadi.. ia akan hilang dan tidak dikenang?
Ia ingin hilang
Tapi
Ia ingin dikenang...
Sebagai seseorang yg menyenangkan
lalu mereka mendoakan...
Meski wajahnya terlupa dan raganya tidak ada,
ia berharap doa mereka tetap tersampaikan padanya
Ia hanya ingin hilang
tapi tetap dikenang
Apakah permintaannya terlalu berat untuk dikabulkan?