Top Social

cerita-cerita untuk dikenang

Would You Love Me In My Lowest?

Rabu, 26 Februari 2025

Tengah malam, ditengah kejaran deadline dan desiran darah di kepala karena menahan sakit yang suka tiba-tiba ada, tersadar kalau ini adalah ramadhan terakhir setelah tiga kali berturut kerja di area China Town. Mungkin di awal bulan nanti, akan ada pengumuman, atau tengah-tengah, tapi tidak yakin di akhir bulan Maret.


Ada yang menyeruak didalam diri. Mungkin itu senang setelah sekian lama menunggu, mungkin juga itu perasaan lega akhirnya keberanian yang malu-malu itu terkumpul. Tapi, mungkin, itu juga perasaan sedih. 


Melepaskan sesuatu gak pernah ada di kamus hidupku. 


Karena sebelum sempat aku melepas, ia atau mereka memilih untuk melepasku terlebih dulu. Jadi ini adalah momen besar, untuk pertama kalinya dalam hidup untuk melepas. Sesuatu yang awalnya kupercayai bahwa mercusuar itu bisa terang, sesuatu yang awalnya kupercaya bisa mendorongku menemukan sesuatu. Dan telah sampailah aku di titik terang itu.


Aku belajar untuk berhenti jadi orang naif. Di tempat yang suara-suara panggilan-Nya terdengar sayup, justru disitulah penjagaan-Nya menjadi sangat tinggi. Suara toa-nya memang hampir tak terdengar, tapi justru jadi alarm paling keras buat seseorang yang naif tersadar, dunia ini perlu diperjuangkan.


Meski banyak hal yang aku dapat, akhir-akhir ini aku menemukan diriku ada di titik penuh keluhan. Ada saja cuilan kata yang jadi bensin atas api-api masalah. Kurang ini lah, kurang itu lah. Semua hal jadi banyak kurangnya. Padahal jika melihat aku di dua tahun lalu, justru menjadi pembela nomor satu sang mercusuar.


Sadar bahwa kurangku banyak dan gap kebutuhannya makin jauh. Aku yang tak mampu kejar, meski mengusahakan yang paling terbaik versiku, tampaknya lebih terlihat kekuranganku di mata sang mercusuar. Dan sebagai pengembara di lautan, aku kelelahan. Pun dengan mercusuar-nya, ia lelah memandu dengan terangnya.


Would you love me in my lowest muncul ketika sedih itu hadir. Ini bukan hal yang lazim karena biasanya berbagai perasaan itu datang tiba-tiba dan tidak pernah satu-satu. Sampai bingung apa yang sedang kurasakan itu. Tapi kali ini jelas sekali, hanya ada sedih.


Kalau dijabarkan alasan sedihnya, sudah pasti top of mind dari kepalaku adalah kegagalan memenuhi ekspektasi orang-orang yang sudah memberiku kepercayaan. Lalu disusul dengan pemikiran bahwa keuanganku mungkin akan berguncang di usia yang jauh dari kata freshgrad. Dan disusul lagi dengan pemikiran lainnya.


Aku juga ingin bertahan. Aku sudah tidak ingin jadi pengembara.


Tapi rupanya jangkar itu sudah menggantung diatas kapal, dan ombak mulai menggiring ke arah laut lepas lagi. Mercusuar pun sudah berganti lampu dan warna catnya. It's getting real, pengembaraanku baru akan dimulai lagi. 


Episode baru akan dimulai dengan pertanyaan yang menggelitik.


Would you love me in my lowest?

Because if you do, honestly I feel burden yet feel grateful

Because if you don't, honestly I can understand yet feel so sorrow

Because if you don't, I probably think its fine for born, life and die alone.


So If you love me in my lowest, tell me how and show me.

Bintang yang paling terang ialah yang kesepian

Jumat, 21 Februari 2025

Saat lampu sorotnya dimatikan, sorak-sorai yang hanya bertahan sepanjang durasi

Ia lebih banyak bercengkrama dalam gelap studio dan rasa sepi

Jatuh cinta berulang yang menyedihkan

Patah hati berulang yang jadi amarah


Semua bersorak memanggil namanya,

Si bintang yang paling terang,

yang karena suaranya-lah banyak nyawa yang bertahan hidup

yang karena suaranya-lah kesepian mereka menjadi riuh.


Semua bersorak memanggil namanya,

kecuali orang yang paling ia inginkan di dunia ini.

Si bintang yang paling terang itu juga tidak ingin sendiri.

Satu atau dua tidak masalah asalkan ada legasi


Namun saat sang bintang itu berkaca,

Ragu akan diri dan waktu yang ia miliki jadi kisah sedih berulang

Meminta seseorang bertahan ternyata lebih sulit dari awal karirnya

Kehilangan adalah harga yang dibayar untuk berdiri di panggung besar ini.


Kesepian dan cahaya terangnya akan selalu membersamai

Persis tubuh dan bayangannya di siang hari

Sang bintang tak bisa protes lagi

Ini pilihannya sendiri


Dearly Deadly

Senin, 10 Februari 2025

Ia sentuh yang sengaja dipendam jauh,

Terketuk hati yang sedari awal tidak utuh,

Monster itu ternyata tangguh,

menunggu sang pemilik terjatuh.


Pandai ia bersembunyi puluhan tahun lamanya,

'tidak apa itu hanya sentuhan kecil pada paha'

'tidak ada luka, itu hanya usapan saja'

Tak ada yang bisa dibahas lagi, berharap untuk terpendam selamanya


Tanpa tahu kalau segala yang tertahan bisa bersemayam

menjadi monster pembuat kapal harapan karam,

menggerakkannya untuk tunduk dan terlihat buram,

dan muncul secara acak dari balik kata di buku-buku kusam.


Merantai, terpasung oleh gelap masa lalu

Ia ingin memecahnya, membantu agar bisa maju

Atau sekadar membuka jendela bertirai biru

Lalu melihat cahaya matahari menembus netraku.


Berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk selesai bilang tidak siap?

Tidak siap pun kini peluit panjang sudah ditiup untuk bersiap

Siapa ataupun apa di depan nantinya untuk didekap

Semoga Kasih-Nya selalu hadir, mudah untuk kutangkap.



-S2, 10.02.25 after the wounds open-