Ia sentuh yang sengaja dipendam jauh,
Terketuk hati yang sedari awal tidak utuh,
Monster itu ternyata tangguh,
menunggu sang pemilik terjatuh.
Pandai ia bersembunyi puluhan tahun lamanya,
'tidak apa itu hanya sentuhan kecil pada paha'
'tidak ada luka, itu hanya usapan saja'
Tak ada yang bisa dibahas lagi, berharap untuk terpendam selamanya
Tanpa tahu kalau segala yang tertahan bisa bersemayam
menjadi monster pembuat kapal harapan karam,
menggerakkannya untuk tunduk dan terlihat buram,
dan muncul secara acak dari balik kata di buku-buku kusam.
Merantai, terpasung oleh gelap masa lalu
Ia ingin memecahnya, membantu agar bisa maju
Atau sekadar membuka jendela bertirai biru
Lalu melihat cahaya matahari menembus netraku.
Berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk selesai bilang tidak siap?
Tidak siap pun kini peluit panjang sudah ditiup untuk bersiap
Siapa ataupun apa di depan nantinya untuk didekap
Semoga Kasih-Nya selalu hadir, mudah untuk kutangkap.
-S2, 10.02.25 after the wounds open-