Top Social

cerita-cerita untuk dikenang

Kalau Media Berganti Apa Yang Harus Aku Lakukan

Senin, 11 November 2024

Pertanyaan muncul ketika semua kemalasan sudah menemui titik malas. Bahkan malas aja udah bosan bermalas-malasan. Lalu sadar kalau apa yg kulakukan selama bertahun-tahun ini, hanyalah alat buat menyampaikan voice ke banyak orang. 


Sayangnya, lagi-lagi aku melewatkan waktu untuk mengenal hal apa yang aku ingin sampaikan. Terlalu banyak pesan titipan dan terlalu banyak menerima suara sampai aku tidak tahu mana yang sebenarnya adalah diri sendiri. Semuanya tumpah ruah dalam satu aliran darah. 


Aku menyukai banyak hal. Saking banyaknya justru aku jadi gak tau, mana yang benar-benar aku sukai atau itu hanya ingin mencoba apa yang video-video tiktok itu telah siarkan. Tapi anehnya, aku tahu betul apa hal-hal yang gak menyenangkan untukku. 


Aku punya list hal-hal yang tidak kusuka, dan list nomer satunya adalah berhitung.


Ada latar belakang kenapa aku benci berhitung dan lucunya aku justru harus mau dan pandai berhitung di pekerjaanku saat ini. Oke ini terlalu melebar dari topik utama. Kita kembali lagi soal voice.


Aku senang melihat orang-orang disekitarku menemukan apa yg mereka sukai. Ada yg memulai debut jadi influencer, pengusaha, jadi ibu rumah tangga, pergi kerja di luar negeri, ke New York buat penuhin american dream-nya. Lantas aku... gatau...aku mau apa ya...


Haruskah aku ikut pergi ke luar negeri juga?

Atau aku di rumah saja sambil memperbaiki komunikasi dengan orangtua?

Aku... tidak tau.....

Di titik ini, aku perlu menemukan dua hal terlebih dulu.

1. Pesan apa yg perlu aku sampaikan kepada mereka.

2. Memutus belenggu yg sudah lama merantai gerak diriku.

Lantas mungkin setelahnya, aku baru bisa memutuskan untuk berganti media atau berteriak dengan media yg sama.


Pertanyaan utamanya, bagaimana caraku menemukan suara?