Entah ada berapa kali kejadian serupa dan baru tampak polanya hari ini. Jenuh akan semua urusan yang tampak tak ada jeda maupun ujung pintunya. Bahkan jika ini adalah rel besar berbentuk lingkaran, aku berkeinginan untuk keluar relnya saat ini juga.
Resah sebab sudah tidak lagi sejalan, tidak pula selaras dengan harapan dan cita-citaku semakin pula rasanya terhimpit oleh sesuatu tak kasat mata. Sudah pula mereka mampu mengubahku menjadi jauh dari pertolongan-Nya. Dan ketika semuanya menyempit, hari ini, teguran-Nya yg lembut membuatku semakin sedih betapa banyak waktu yg terbuang sia-sia selama satu dan barangkali dua tahun belakangan.
Mungkin banyak sekali hal yg seharusnya bisa aku lakukan tapi tidak kunjung dilakukan atas nama "sedang sibuk kerja" dan inginku yg bahkan nampak sederhana ini semakin jauh, entah bagaimana caranya mengejar ketertinggalan. Mengejar waktu-waktu yg secara sadar kubuang karena 'butuh refreshing setelah penah bekerja' ini.
Lalu kembali, seperti anak kecil yg mengadu pada ibunya ketika jatuh dan luka. Menangis sejadi-jadinya. Entah karena memang lukanya sakit, terkejut akan situasinya atau ia hanya ingin menangis saja. Aku lah si anak kecil itu. Kepada-Nya yg Maha Pemaaf dan Penyayang, Ia pasti tau apa yg baik bagiku. Jadi kupasrahkan saja, semampuku, sampai usahaku ini usai bagi mereka di tahun ini.
Siapa tau ditengah perjalanannya, beban hidupku perlahan menemukan katrol untuk diringankan...