Top Social

cerita-cerita untuk dikenang

Major life changes

Rabu, 04 Juni 2025

Life after resign, and you realize rest is a productive.

 

Kayaknya udah banyak banget yang tau kalau aku tuh orangnya gak bisa diem. Mesti sibuk. Sleep is for the weak, ceunah. Tapi iri sama ibu yang bisa gampang tidur. Hahaha. The winner takes it all trend maybe. 


That’s why, even before graduating with my bachelor’s degree in 2019, I already had a job as a writer for a trend website (kalo tau Yukepodotcom). That same year, I was also juggling a double job as a graphic designer for a start-up. Orang gila? Belum ke gong-nya. Di tahun yang sama, aku nyusun skripsi and went through a breakup after a two-year relationship! Hidup gak sayang nyawa karena separuh jiwa yang pergi, kalau kata orang gila (gue lah orang gilanya).


I think, because I survive from so many tragedies, jadinya tuh aku merasa masalah yang datang di tahun tahun berikutnya terasa kecil dan sepele. Pancatera said : we are living in hustle environment, jadinya kalau mau istirahat kayak ada perasaan bersalah. Aku setuju, di tahun 2021 pas covid hit us with sadness and sorrow (so many people I know died) aku pun ngerasa ini tuh ada yang salah deh. Tapi again, I need distract my self with busy things. SO I APPLY FOR MENTOR WRITING. LMAO. I do still working walaupun udah gak di 2 tempat, makanya jadi mentor nulis :) 


It only happen for 3 months mentoring, and I resign from the designer role too. In 2021, I take the risk for loving someone twice. But they're all gone in my sight, and you know the rest of story. YES I DO APPLY WORK AGAIN AND MAGISTER.


Yah, kalau aku jelasin day per day nya of course itu susah banget kalau gak ada bantuan Tuhan. How can I survive ngerjain tugas matkul, kelas sampe jam 10 malem, kerjaan yang seabrek dengan deadline yang so tight. Semaput. Aku gak minta validasi orang lain, tapi pasti orang-orang di inner circle-ku termasuk ayah dan ibu jadi cuma bisa berdoa aja liat aku yang half sane half insane :)


2021-2023 such as a rollercoaster. Aku yakin kita semua orang ngerasain achieve something or losing something. We are all grow. Tahun itu tuh kalau ada di novel pasti cuma ditulis : dua tahun kemudian. Alias the same routine, but the dreams you hold malah makin membesar dan meninggalkan ruang hampa meskipun kamu udah berhasil dapetin whatever yang ada di bucket list.


Hal tersusah buatku bukan learning and adapt (of course ini juga susah I dont judge other ya), tapi unlearn something. Selama fase 'sekolah lagi' itu aku ngerasa time management tuh super penting, dan lucu karena aku menempatkan sekolah ke top 3 aja. top 2 adalah kerja, the 1st one is I pray to the God minta kemudahan. Well it's another story tapi intinya karena menomersatukan Yang Maha Kuasa, I see something kayak ada yang unlock pop up notif in front of my eyes.


I see my self getting what i need lebih banyak daripada yang what i want. Tentunya ada masa-masa di mana aku berasa salah tempat atau salah sasaran dan kesedihan lainnya. Tapi disitu, mengantarkanku sama sebuah keberanian aneh. Melepas.


Melepas tuh not only for people loh. For memories, for somethings longing lah intinya. Termasuk kesibukan. Aku yang selama ini gak pernah stop working, and everyone tell me to SLEEP since high school tuh sounds funny and sad at the same point. Maksudnyee berarti gua teh kagak ada perubahan dong karena they remember me sebagai orang yang sibuk banget sampe jarang tidur. 


Terus punya keberanian buat melepas tuh is a BIG (in capslock) big deals (I write twice in caps and low caps for 'big') for me. Karena artinya aku harus buka, gali, mengenali, meLIHAT semua hal yang aku tutupi dari diriku sendiri. IT SO SCARY. Bayangin kamu sengaja nutupin itu buat hidup tenang, tapi ternyata buat hidup tenang kamu harus membuka dulu apa yang lagi di tutup itu. Wow, seram.


Aku percaya apapun yang terjadi itu hal terbaik buatku. Jadi setiap ada problem, itu adalah sebuah 'hadiah' dari Yang Maha Kuasa dan cuma aku yang bisa solve, pun sebelum masalah itu aku sadari, Tuhan udah install an armor for the fight. Tapi buat fight the war called melepaskan, jujur aja aku ngerasa gak berdaya. Apapun yang aku punya tuh rasanya gak cukup. Minta ampun sama Tuhan karena ternyata aku tuh sekecil ini, gak bisa apapun kalau gak ditunjukin Tuhan.


So yeah, farewell buat semua hal yang aku gak bisa tuliskan, yang cuma terasa dan terjadi padaku, yang membentuk karakter keras kepalaku buat achieve so many first time as an adult, dan yang aku tahan karena butuh alasan.


Jadi inget lirik lagu Star - Colde 

Just like a star, all the memories got stuck, I'm tired of the past, I want to break away


Banyak kerja dan kegiatan emang produktif, punya achievement juga produktif. Aku cuma perlu belajar kalau berhenti, melepas, dan memulai pun bagian dari produktif. Kasih jeda tuh produktif kok. Toh bintang di langit yang baru keliatan di mata kita hari ini, aslinya udah ada jutaan tahun lalu. Mungkin aslinya itu bintang-bintang yang kita lihat udah gak gak ada lagi di tempatnya malah. 


Detach dari sesuatu yang udah lama ada sama kita juga gak apa.


Pas banget sama kalimat Jae di opening album terakhirnya bareng Day6:

Every ending is a new beginning.


Episode melepaskan sudah selesai. Akan ada episode lain yang entah apa. Semuanya akan datang berurutan sesuai kehendak-Nya. Tentu semua yang menyenangkan sepaket dengan kesedihan juga. Jadi apapun yang terjadi, terjadilah!