Top Social

cerita-cerita untuk dikenang

Melewati Waktu Dengan Perlahan

Selasa, 02 Agustus 2022

Sudah memasuki akhir musim panas. Agustus tahun ini datang begitu cepat seolah setahun lalu tidak terjadi apa-apa. Jatuh bangun masih terasa tidak ada beda. Lelah masih begitu dominan, si pengecut dalam diri masih enggan turun tahta. 


Mata melihat sekitar, setahun dapat mengubah siapapun menjadi berbeda. Tapi aku masih sama seperti daun-daun di pohon nakal yang menjadi teman setia trotoar jalanan. Meskipun terasa ada tali yang samar-samar bisa kugenggam, tapi masih terasa jika kaki tidak menjejek ke bumi. Gravitasi disekitarku mungkin nol, entahlah aku sudah lupa bagaimana menghitung masa.


Terlalu riuh hidupku dengan mimpi-mimpi yang aku ciptakan sendiri, hingga tidak ada ruang bagi sesiapapun untuk masuk. Kamu tuh gak diajak. Harusnya kamu juga sadar hal itu. Dari setahun perjalananku kali ini, tidak ada namamu dari bagian mimpi-mimpiku. Kamu gak bisa begitu saja menyerobot apa yang sudah jadi antrian sejak mereka-mereka meninggalkanku dengan begitu banyak bekas luka. 


Aku perlu memeluk diriku lebih erat, kehadiranmu terlalu tinggi dan aku tidak sedang ingin meraih apapun selain tanganku sendiri.


Waktu yang berjalan, puluhan tahun pun, adalah waktu perkenalan terpanjang dan belum tentu dirimu menemukanku diujungnya. Aku masih belum menemukan apa yang menarik, jadi silakan mencari yang lain. Aku sungguhan tidak ingin diganggu dengan hal semacam ini, tidak kecuali ia adalah laki-laki dengan mata rubah setinggi 183 senti yang tampil di televisi.


Jika nanti waktu berulang lagi,

mungkin saat itu takdir benar-benar mengikat sebuah tali untuk kita.

Tapi jika tidak,

berbahagialah dengan dirimu sendiri.